Edukasi Nikah

PROSESI PERNIKAHAN ADAT SUNDA YANG MENGINSPIRASI

Senin, 22 Maret 2021   16:26


...


 

Prosesi Pernikahan Adat Sunda yang Menginspirasi – Indonesia kaya akan tradisi yang menarik dan menginspirasi untuk ditelusuri. Suku Sunda memiliki kekayaan tradisinya yang sampai sekarang terus dilestarikan oleh masyarakat. Dalam hal pernikahan, banyak sekali ritual yang kaya akan makna filosofis bagi pelaksananya. Karena itulah pernikahan adat sunda memiliki prosesi yang sangat inspiratif dan sayang untuk dilewatkan pembahasannya. Upacara perkawinan adat Sunda biasa disebut Upacara Nikahkeun (dalam bahasa Sunda halus) atau Ngawinkeun (dalam bahasa Sunda kasar), yang artinya menikahkan atau mengawinkan. Ada beberapa ritual yang termasuk ke dalam prosesi sebelum nikah dan saat hari H pernikahan. Apa saja yang harus dijalani pengantin Sunda dalam pernikahan mereka? Simak uraiannya berikut ini.

 

1.     Ngalamar

Ngalamar atau melamar adalah prosesi untuk menanyakan kesediaan sang wanita untuk dinikahi oleh pria yang merupakan kekasihnya. Pada umumnya lelaki yang akan melamar akan datang didampingi oleh pihak orangtua dan keluarganya. Kunjungan tersebut biasanya membawa tetua atau pihak yang dituakan oleh kerabat pria dengan membawa lemareun atau sirih pinang komplit, uang, seperangkat pakaian wanita sebagai pameungeut atau pengikat. Dalam hal ini, cincin tidak menjadi keharusan untuk dibawa, tetapi apabila disiapkan, cincin akan menjadi perlambang kemantapan dalam hubungan.

 

Pada prosesinya, pihak kerabat pria akan mewakilkan maksud tujuan kepada sesepuh untuk melamarkan sang wanita pujaan. Sesepuh tersebut akan mewartakan maksud kedatangan mereka untuk meminang si gadis dengan harapan agar hubungan tersebut berlanjut ke pernikahan dan lamaran diterima. Apabila orangtua pihak wanita menerima maksud kedatangan dan lamaran, maka pembicaraan akan berlanjut pada rencana dan waktu pelaksanaan pernikahan. Sebagai acara penutup dalam prosesi ngalamar, pihak pria akan memberikan uang sekadarnya kepada orangtua si wanita sebagai tanda panyangcang atau pengikat. Bahkan kadang-kadang dilengkapi pula dengan sirih pinang selengkapnya
disertai kue-kue dan buah-buahan.

2.      Seserahan

Seserahan memiliki makna menyerahkan calon pengantin pria kepada calon mertuanya untuk dinikahkan wanita pilihannya. Prosesi ini dilakukan satu atau dua hari sebelum pernikahan berlangsung. Acara ini dihadiri kerabat terdekat dari kedua belah pihak. Pada prosesinya, keluarga pria menyiapkan barang-barang berupa uang, pakaian, perhiasan, peralatan kecantikan, perlengkapan wanita, dan lain sebagainya sesuai dengan kemampuan si pemberi.

 

3.     Ngeuyeuk Seureuh

Ngeuyeuk Seureuh dalam bahasa Indonesia artinya mengerjakan dan mengatur sirih serta mengaitngaitkannya. Prosesi ini memiliki makna mendalam di antaranya adalah untuk memberikan nasihat pernikahan kepada calon pengantin. Bahwa dalam menjalankan pernikaha, terdapat pandangan hidup yang tidak luput dari ajaran agama, tradisi, dan norma, agar kehidupan pernikahan selalu diliputi kebahagiaan dan keselamatan. Tradisi ini biasanya dilakukan sehari sebelum hari pernikahan.

Prosesi ngeuyeuk seureuh dilaksanakan oleh kedua calon pengantin beserta orangtua masing-masing dan undangan. Terdapat perlengkapan yang perlu disiapkan dalam pelaksanaannya, di antaranya adalah sirih beranting, setandan pinang, mayang pinang, tembakau, kasang jinem atau kain, elekan, dan lain-lain. Adapun yang memimpin upacara ini adalah pangeuyeuk, yakni seorang wanita tetua yang telah berpengalaman memimpin upacara.

 

4.      Akad Nikah

Sebelum pelaksanaan akad nikah, calon pengantin pria akan menunggu di tempat yang berbeda tetapi tidak jauh dari kediaman mempelai wanita. Ketika akan dimulai, keluarga pihak wanita akan mengutus seseorang untuk menjemput mempelai pria. Rombongan calon pengantin pria akan berjalan menuju kediaman pengantin wanita. Saat tiba di lokasi, mereka akan disambut oleh acara Mapag Panganten yang dipimpin oleh penari yang disebut Mang Lengser. Calon pengantin pria akan disambut oleh ibu calon pengantin wanita dengan mengalungkan rangkaian bunga. Pada umumnya prosesi akad nikah dilaksanakan dengan tata cara Islam. Karenanya, perlu dipersiapkan dan dilengkapi syarat dan rukun nikahnya agar akad nikah dinyatakan sah secara agama dan hukum. Biasanya upacara akad nikah dilaksanakan di masjid atau di kediaman mempelai wanita.  

5.      Sungkeman

Setelah pengantin dinyatakan sah, maka prosesi selanjutnya adalah melaksanakan sungkeman atau munjungan. Ritual ini bertujuan untuk memohon doa restu kepada kedua pihak orangtua pengantin agar pernikahan mereka senantiasa dipenuhi oleh keberkahan.

6.      Sawer

Sawer dilaksanakan setelah akad nikah. Prosesi ini adalah nasihat terakhir yang disampaikan orangtua kepada pengantin. Biasanya saat melakukan ini diiringi oleh kidung khas Sunda. Pemberian nasihat juga akan diiringi dengan taburan isi bokor berupa uang logam, beras, kunyit, dan permen, yang ditaburkan kepada pengantin.

7.      Meleum Harupat

Kemudian dilanjutkan dengan prosesi Meuleum Harupat, yaitu pengantin pria memegang harupat atau lidi. Sementara, pengantin wanita membakar dengan lilin hingga menyala, lalu dipadamkan dengan memasukkan harupat ke dalam kendi berisi air dan langsung dibuang. Prosesi ini mengandung makna bahwa nyala lidi dilambangkan sebagai amarah pria yang akan padam saat disiram oleh kelembutan seorang wanita.

8.      Nincak Endog

Prosesi dilanjutkan dengan mempelai pria menginjak telur, kemudian kakinya diletakkan di atas batu pipisan untuk dibasuh dengan air kendi oleh mempelai wanita. Setelah itu kendi akan dihempaskan kedua mempelai hingga hancur. Ritual ini mengandung makna bahwa dalam pengabdian istri kepada suaminya, seandainya terjadi masalah dalam rumah tangga, maka permasalahan tersebut harus dipecahkan atau diselesaikan bersama-sama.

9.      Upacara Buka Pintu

Setelahnya mempelai wanita masuk ke dalam rumah, sedangkan mempelai priamenunggu di luar. Hal itu menunjukkan bahwa mempelai wanita belum mau membukakan pintu sebelum mempelai pria mengucapkan syahadat. Upacara ini memiliki makna mengenai ajaran beragama Islam. Setelah pintu dibuka, mempelai pria diperbolehkan masuk dengan melakukan tanya jawab yang diiringi tembang yang dinyanyikan oleh juru tembang.

10.   Huap Lingkung

Prosesi dilanjutkan dengan kedua mempelai disandingkan makanan yang telah disediakan berupa adep-adep, yaitu nasi kuning dan bakakak ayam (panggang ayam yang bagian dadanya dibelah dua). Awalnya bakakak ayam dipegang kedua mempelai, lalu saling tarik-menarik hingga menjadi dua. Siapa yang mendapatkan bagian terbesar, dialah yang akan memperoleh rezeki besar di antara keduanya. Setelah itu kedua mempelai melakukan prosesi Huap Lingkung, yakni saling menyuapi. Prosesi ini mengandung makna bahwa kedua mempelai harus saling memberi dengan sepenuh hati.

 

 



Artikel lainnya