Edukasi Nikah

TIPS HEMAT MENYELENGGARAKAN PERNIKAHAN DI MASA PANDEMI

Senin, 11 Januari 2021   17:47


...


Pernikahan adalah sesuatu yang sakral, bermakna, mengesankan, dan pasti selalu identik dengan biaya yang mahal, bahkan bisa menelan biaya ratusan juta hingga milyaran rupiah. Terkadang beberapa sepasang pengantin memilih untuk menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) saja, karena disana mereka tidak akan dipungut biaya. Namun jika diadakan di luar jam kerja, maka akan dikenakan tarif sebesar Rp. 600 ribu.

Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak dari pasangan memutuskan untuk menikah di KUA lantaran adanya larangan untuk berkumpul demi mencegah penyebaran virus. Namun untuk sebagian besar orang, merayakan pernikahan dengan pesta di tengah pandemi juga masih mejadi pilihan. Di satu sisi, masa pandemi ini menimbulkan ketidakpastian ekonomi yang akhirnya membuat seseorang harus memprioritaskan pengeluaran yang bersifat kebutuhan ketimbang keinginan. Namun disisi lain, risiko akan bengkaknya pengeluaran karena pesta pernikahan pasti ada, mengingat jasa vendor pernikahan tidaklah murah. Berikut ini tips – tips hemat menyelenggarakan pernikahan di masa pandemi.(kompas.com)

1.      Tentukan Waktu dan Estimasi Biaya Pernikahan di Awal

Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah menentukan waktu dan estimasi tota; biaya pernikahan. Dengan menentukan dua hal ini diawal, maka anda bisa mengumpulkan dana dengan mudah lewat instrumen investasi yang ada. Selain itu juga untuk mewaspadai bengkaknya pengeluaran yang muncul tiba – tiba di kemudian hari.

Pastikan bahwa biaya pernikahan tidak menguras tabungan anda, yang artinya anda masih mempunyai aset lancar seperti tabungan, kas, dan setara dengan kas sebesar minimal 15% dari kekayaan bersih saat ini. Dari total biaya yang anda persiapkan, jangan habisnykan semuanya untuk memilih vendor – vendor penunjang pernikahan. Alokasikan 10 – 15% dari total biaya untuk membeli sebuah seserahan, dan sisakan sekitar 10-15% lainnya untuk berjaga-jaga ketika ada kebutuhan administratif yang harus dibayar.

2.      Jangan Menggunakan Dana Darurat untuk Gelar Pesta

Ketika dana darurat anda sudah terkumpul dalam jumlah ideal, hindarilah penggunaan dana tersebut untuk biaya pernikahan. Fungsi utama dana darurat adalah untuk memitigasi risiko hilangnya pendapatan karena pemutusan hubungan kerja, atau menalangi biaya-biaya operalsional sehari-hari yang bersifat darurat. Oleh karena itu, junlahnya emang harus terjaga sesuai dengan kebutuhan kita.

3.      Jangan Berutang demi Pesta Pernikahan

Pesta Pernikahan adalah suatu acara syukuran yang dilakukan dalam beberapa jam saja di satu hari. Berutang dengan mengajukan kredit tanpa agunan (KTA) untuk membayar vendor-vendor mahal bukanlah pilihan yang tepat. Hutang untuk keperluan pernikahan hanya akan menambah liabilitas dan menggerus kekayaan bersih anda. Patut diketahui, bahwa , mengajukan hutang ke bank atau lembaga pemberi pinjaman ada bunganya. Selenggarakanlah suatu pesta pernikahan anda dengan kondisi keuangan anda.



Artikel lainnya